Hukum Merayakan Ulang Tahun


assalamualaikum wr wb,

Kita mengetahui bahwa perayaan ulang tahun sekarang ini sudah menjadi budaya yang wajib dilaksanakan…

Yang ingin saya tanyakan:
1. Apakah perayaan ulang tahun itu berasal dr budaya islam??

2. Kalo bukan berasal dr budaya islam, Bagaimana Hukum perayaan ulang tahun menurut islam ???

3.Kalo perayaan ulang tahun, dirayakan dengan berdoa mensyukuri nikmat Allah atas umur dan semua anugerah-nya sepanjang hidup kita dan memohon keselamatan dunia akhirat bukan dengan perayaan umumnya, bagaimana menurut islam?

Jawaban:
“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah”. (QS Fatir 11)

“Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan[481], kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan”.(QS Al An’am 60)
[481]. Kamu ditidurkan di malam hari dan dibangunkan di siang hari, supaya dengan perputaran waktu itu habislah umurmu yang telah ditentukan.

Ass.Wr.Wb

Kuatnya serangan pemikiran yang dilancarkan oleh orang-orang kafir untuk mengkaburkan pemahaman Islam telah kita rasakan dampaknya pada era kita saat ini. Berbagai pemikiran dan kebiasaan (tradisi) yang tidak datang dari Islam telah menyusup ketengah-tengah kehidupan kaum muslimin, salah satunya adalah kebiasaan merayakan ulang tahun hari kelahiran.

Nikmat usia pada hakikatnya adalah suatu kontrak masa hidup kita di dunia yang akan terus berkurang seiring berjalannya waktu, sehingga tidak pantas bagi kita untuk berpesta (merasa gembira) diatas berkurangnya waktu hidup kita, justru seharusnya kita bersedih atas hal tersebut, dan senantiasa bertanya dalam diri kita apakah waktu yang sudah kita lewati telah kita gunakan sesuai dengan tuntunan dari Alloh SWT? Jangan-jangan kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang akan menyesali sebagian usia kita dihadapan Alloh saat hari hisab, karena tidak digunakan seoptimal mungkin untuk berbuat sesuatu yang bernilai ibadah.

Berbicara tentang perayaan hari ulang tahun dari sudut pandang hukum Islam, harus dikembalikan kepada sandaran utama kita yakni Qur an dan Sunnah Nabi SAW. Sebagimana telah dijelaskan diatas bahwa perayaan hari ulang tahun kelahiran bukan berasal dari ajaran Islam, maka mengadakan perkara yang tidak ada tuntunan dari Syariat Islam akan tertolak walaupun dimaksudkan untuk kebaikan, sebagimana dijelaskan dalam hadits “Barang siapa melakukan perbuatan yang tidak berdasarkan perintah (ketentuan) dari kami maka tertolak” (HR.Muslim)

Bukankah Rosululloh SAW telah melarang kita untuk bertasyabuh (menyerupai/meniru) perilaku orang kafir? Simaklah hadits berikut “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk salah seorang mereka” (HR.Abu Daud, Ahmad dan Ath Thabrani) “Bukan termasuk (golongan) kami yaitu orang yang bertasyabuh (menyerupai) selain kami” (HR.Tirmidzi). merayakan ulang tahun tidak diragukan lagi merupakan aktifitas peniruan terhadap perbuatan orang kafir. Tidak itu saja, perayaan tahun baru, valentin day dan perayaan-perayaan lainnya bahkan tidak digunakannya sistem Islam sebagai sistem hidup bersama (konstitusi negara) juga termasuk kedalam meniru perilaku orang kafir. Marilah bentengi generasi kita dan generasi sesudah kita dari serangan budaya-budaya kufur yang kian hebat masuk kedalam negeri kita.

Adapun mensyukuri nikmat Allah atas umur dan semua anugerah-Nya sepanjang hidup kita dan memohon keselamatan dunia akhirat tidak harus menunggu waktu ulang tuhun tiba yang hanya setahun sekali, melakukan hal tersebut (bersyukur atas ni’mat dan berdo’a) harus kita lakukan setiap saat terutama setelah sholat yang merupakan salah satu waktu ijabah do’a. Justru mengadakan pengkhususan aktifitas tersebut pada hari ulang tahun merupakan perkara yang menyelisihi Islam dan sekali lagi merupakan bentuk peng-ekoran kita kepada ajaran kufur.

Marilah kita renungkan sabda Nabi SAW “Sungguh kamu akan mengikuti sunnsh-sunnah (jalan hidup) bangsa-bangsa sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, hingga seandainya mereka masuk lubang biawak sungguh kalian akan memasukinya. Mereka (para sahabat) bertanya : (apa yang engkau maksud ialah) Yahudi dan Nasrani? Jawab rosul : Lalu siapa lagi? (HR.Bukhori & Ahmad)

Semoga Alloh memberikan kekuatan bagi saya, keluarga saya, anda dan pembaca umumnya untuk dapat mengamalkan segala kebenaran yang datang dari Alloh dan RosulNya. Amien. WALLOHU A’LAM

WABILLAHI TAUFIQ, WA SHOLLALLOHU ’ALA NABIYYINAA MUHAMMADIN WA ’ALAA AALIHII WA SHOHBIHI. (guswan)

Wass.Wr.Wb

About Bimo

Pelajar hari ini pemimpin esok hari

Posted on 4 February 2010, in Konsultasi and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: