Ilmu


1. Kedudukan ilmu dalam Islam

Karena ilmu merupakan jalan menuju surga, maka ilmu mempunyai kedudukan yang tinggi di dlam Islam. Karena itu orang-orang yang berilmu menempati kedudukan yang tinggi disisi Allah swt, bahkan mendekati kedudukan para nabi. Allah swt. berfirman,

“Allah meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Al-Mujadalah: 11)

Rasulullah saw. bersabda, “sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dirham atau pun dinar, akan tetapi mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambil bagian yang cukup.” (h.r. Tirmidzi dan lainnya)

2. Hukum menuntut ilmu

a. Fardhu ‘Ain

semua muslim diwajibkan untuk menuntutnya. Yaitu hal-hal yang harus diketahui setiap muslim, agar aqidahnya tidak sesat, ibadahnya benar, dan perlakuannya sesuai dengan syariat Allah. Inilah yang diperintahkan Allah dalam ayat-Nya, “Maka ketahuilah, bahwa tidak ada Ilah (Yang Haq) melainkan Allah.” (Muhammad: 19).  Ini juga yang dimaksudkan dalam hadits Nabi, “Menuntut Ilmu adalah wajib bagi setiap muslim.” (h.r. Ibnu Majah)

b. Fardhu Kifayah

Yaitu menuntut ilmu dengan maksud untuk mendalami berbagai ilmu-ilmu syar’i dan mengambil spesialisasi terhadap suatu ilmu yang dibutuhkan masyarakat muslim, untuk menjaga eksistensinya dan demi terciptanya negara yang penuh dengan kebenaran dan keadilan, hingga menjadi negara yang kuat berwibawa serta tak ada satupun musuh berani mengacaukannya. Inilah yang diisyaratkan dalam Al-Qur’an,

“Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya merekaka itu dapat menjaga dirinya.” (At-Taubah: 122)

3. Mengamalkan ilmu, mendapat ilmu yang lain.

Pembimbing dari Allah sampai kepada ujungnya dan kemudahan yang diberikan-Nya sampai kepada puncaknya ketika ilmu bersatu dengan amal, perkataan sesuai dengan perbuatan. Allah swt. berfirman, “Dan bertaqwalah kepada Allah, Allah mengajarmu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al-Baqarah:282). Acap kali seorang muslim mempelajari satu ilmu dan mengamalkannya, maka ia telah menapak jalan menuju surga dan lebih dekat kepada Allah. Semakin seseorang bertambah dekat dengan Allah, maka ia akan semakin mendapatkan taufik untuk mendapatkan ilmu. Dengan demikian menambah ilmu, disertai dengan amal akan semakin menambah hidayah dan ketaqwaan.

Demikianlah, para ulama tak henti-hentinya mencari ilmu dan mengamalkannya, sehingga mendapatkan hidayah yang sempurna dan berhasil mendapatkan tempat yang tinggi disisi Allah swt Allah swt berfirman,

“Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapatkan petunjuk. Dan amal-amal shalih yang kekal ini lebih baik pahalanya disisi Rabbmu dan lebih baik kesudahannya.” (Maryam:76)  “Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketaqwaannya.” (Muhammad:17)

About Bimo

Pelajar hari ini pemimpin esok hari

Posted on 25 December 2009, in Menyelami Makna 40 Hadits Rasulullah. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: