Mengikuti Syariat Allah

1. Seorang muslim adalah Manusia yang sempurna

Seorang muslim adalah manusia yang sempurna. Karena dalam diri seorang muslim terdapat sisi-sisi yang mitsaly (ideal). Antara ucapan dan perbuatannya tidak bertentangan. Demikian juga antara pemikiran dan perilakunya. Bahkan ia adalah manusia yang serasi, selaras, dan seimbang antara hati, ucapan semua anggota tubuhnya. Antara akal, perasaan, dan pikiran. Antara ruhani dan jasmani

Lidah seorang muslim, hanya akan mengucapkan apa yang sesuai dengan kayakinan. Aqidahnya akan terfleksi melalui anggota badannya. Sehingga pada tingkah lakunya berada pada jalur yang benar. Ia tidak dikuasai oleh hawa nafsu, tidak disesatkan dengan bid’ah, tidak terbuai dengan segala kesenangan semu. Semua sikap dan gerakannya mengacu kepada hukum-hukum Allah, yang tidak terdapat kesalahan sedikit pun. Inilah yang ditegaskan oleh Nabi Muhammad saw, dalam sabdanya, “Tidak sempurnanya iman seorang di antara kamu, hingga hawa nafsu mengikuti apa yang akau bahwa.”

2. Hawa Nafsu adalah Sumber Kesesatan

Barangsiapa yang memanjakan hawa nafsunya, maka hawa nafsu akan menyeretnya pada berbagai perbuatan maksiat dan dosa. Pada dasarnya, orang-orang yang menyeleweng, melakukan perbuatan bid’ah, dan ingkar dari manhaj yang benar dan jelas dan benar terhadap kebenaran. Akan tetapi mereka lebih mengikuti hawa nafsu mereka.

Allah swt. berfirman, “Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” (Shad:26 ) Continue reading

Ilmu

1. Kedudukan ilmu dalam Islam

Karena ilmu merupakan jalan menuju surga, maka ilmu mempunyai kedudukan yang tinggi di dlam Islam. Karena itu orang-orang yang berilmu menempati kedudukan yang tinggi disisi Allah swt, bahkan mendekati kedudukan para nabi. Allah swt. berfirman,

“Allah meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Al-Mujadalah: 11)

Rasulullah saw. bersabda, “sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dirham atau pun dinar, akan tetapi mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambil bagian yang cukup.” (h.r. Tirmidzi dan lainnya)

2. Hukum menuntut ilmu

a. Fardhu ‘Ain

semua muslim diwajibkan untuk menuntutnya. Yaitu hal-hal yang harus diketahui setiap muslim, agar aqidahnya tidak sesat, ibadahnya benar, dan perlakuannya sesuai dengan syariat Allah. Inilah yang diperintahkan Allah dalam ayat-Nya, “Maka ketahuilah, bahwa tidak ada Ilah (Yang Haq) melainkan Allah.” (Muhammad: 19).  Ini juga yang dimaksudkan dalam hadits Nabi, “Menuntut Ilmu adalah wajib bagi setiap muslim.” (h.r. Ibnu Majah) Continue reading

Rukun Islam dan Fundamental Lainnya

Rukun Islam Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar bin Khatab ra. berkata, aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda,

“Islam dibangun di atas lima (pondasi) : (1) Persaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasul      Allah, (2) melaksanakan shalat, (3) mengeluarkan zakat, (4) haji ke Baitullah, dan (5) puasa Ramadhan.” (h.r. bukhari dan Muslim)

Fiqhul Hadits (Kandungan Hadits)

1. Bangunan Islam

Dalam hadits ini Rsulullah saw. mengilustrasikan Islam dengan sebuah bangunan yang tertata rapi. tegak di atas fondasi-fondasi yang kokoh. Fondasi-fondasi tersebut adalah :

a. Dua kalimat Syahadat

Kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad saw. adalah utusan Allah. Artinya, mengakui adanya Allah yang tunggal, dan membenarkan kenabian dan kerasulan Muhammad saw. Rukun ini ibarat fondasi bagi rukun-rukun yang lain. Nabi Muhammad saw. bersabda, “Saya diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka menyatakan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bawasannya Muhammad adalah Rasulullah,” (h.r. Bukhari dan Muslim). Beliau juga bersabda, “Barangsiapa yang menyatakan tidak ada Tuhan selain Allah, dengan penuh keiklahlasan, maka ia akan masuk surga.” (h.r. Al-Bazzar)

b. Menegakkan Shalat

Artinya, senantiasa selalu menunaikan shalat pada waktunya dengan memenuhi semua syarat dan rukunnya, juga memperhatikansegala adab dan sunah-sunahnya, sehingga dapat memberikan manfaat kepada seorang muslim, yaitu meninggalkan segala perbuatan keji dan munkar. Allah swt. berfirman, “Dan tegakanlah shalat, sesungguhnya shalat dapat mencegah perbuatan keji dan munkar.” (Al-Ankabut: 45)

Shalat juga merupakan syiar dan perlambang bagi orang mukmin. Rasulullah saw. bersabda, “Pembatas antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah shalat” (h.r. Abu Na’im)

c. Menunaikan Zakat

Yaitu memberikan bagian tertentu dari harta yang dimiliki kepada mustahik (orang-orang yang berhak menerima zakat), ketika harta tersebut telah mencapai nishab (batas minimal wajib zakat) dan telah terpenuhi berbagai syarat wajib zakat. Ketika memberikan sifat bagi orang-orang mukmin, Allah swt. berfirman, “Dan orang-orang yang menunaikan zakat.” (Al-Mukmin: 4) “Dan orang-orang yang dalam hartanya terdapat hak yang jelas, bagi orang miskin yang meminta-minta dan tidak mau meminta-minta.” (Al-Ma’arij: 24-25)

zakat merupakan ibadah yang berhubungan dengan harta dan benda. Melalui zakat akan tecipta keseimbangan sosial, terhapusnya kemiskinan, terjalin kasih sayang, dan saling menghargai sesama muslim.

d. Haji

Haji adalah pergi ke Baitullah di Makkah Al-Mukarramah pada bulan-bulan haji, yaitu Syawal, Dzulhiqa’dah dan sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijah. Haji dilakukan dengan menjalankan semua munasik (amalan-amalan dalam ibadah haji) yang telah diajarkan Rasulullah saw.

Allah swt. berfirman, “Dan berserulah kepada manusia untuk melaksanakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dengan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru dunia yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan, atas rizki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak, maka makanlah sebagian daripadanya dan (sebagian lagi)berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir” (Al-Hajj: 27-28) Continue reading

Segala Perbuatan Ditentukan Niatnya

Rasulullah SAW bersabda,

“Semua amal perbuatan tergantung niat dan setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan. Barang siapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrah untuk Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa berhijrah karena dunia yang ia cari atau wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya untuk apa yang ia tuju”

FIQHUL HADITS

1. Syariat Niat

Para ulama sepakat bahwa perbuatan seorang mukmin tidak akan diterima dan tidak akan mendapat pahala kecuali jika diiringi dengan niat

2. Waktu dan tempat niat

Waktu dan tempat niat adalah diawal ibadah. Seperti: takbiratu Ihram untuk shalat, dan ihram untuk haji, sedangkan puasa maka diperbolehkan sebelumnya untuk mengetahui masuknya waktu subuh secara tepat cukup sulit. Niat bertempat di hati, jadi tidak disyaratkan untuk diucapkan, namun demikian, boleh saja diucapkan untuk membantu konsentrasi hati

3. Keharusan Hijrah

HIjrah dari negeri kafir ke negeri Islam ke negeri Islam adalah wajib bagi seseorang muslim jika ia tidak bisa melakukan ajaran Islam dengan terang-terangan. Hukum ini berlaku secara umum dan tidak di batasi oleh waktu tertentu Continue reading